Bangga! Tim Mahasiswa UI Ciptakan RunSight: Kacamata Pintar AI untuk Pelari Disabilitas Netral
Bangga! Tim Mahasiswa UI Ciptakan RunSight: Kacamata Pintar AI untuk Pelari Disabilitas Netral - Inovasi anak bangsa kembali mengguncang panggung dunia. Tim Labmino, tim mahasiswa dari Universitas Indonesia yang baru saja dinobatkan sebagai Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow (SFT), memperkenalkan RunSight.
Bukan sekadar kacamata biasa, RunSight adalah prototipe kacamata pintar berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang berfungsi sebagai pemandu lari virtual (virtual guide runner) bagi penyandang disabilitas visual. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi tinggi jika dipadukan dengan empati dapat menghadirkan solusi yang sangat inklusif.
Berawal dari Empati: Mengapa Fokus pada Olahraga Lari?
Pengembangan RunSight bermula dari observasi mendalam Tim Labmino terhadap mobilitas penyandang disabilitas visual. Jika biasanya alat bantu navigasi berfokus pada berjalan kaki, tim ini menemukan tantangan yang jauh lebih besar pada aktivitas lari.
Baca juga:Realme 12 Pro+ 5G Review, Apa Masih Layak Pakai di 2025?
Berlari membutuhkan respons yang jauh lebih cepat, risiko tabrakan yang lebih tinggi, serta kebutuhan untuk tetap berada di lintasan (lane awareness).
“Awalnya kami mengembangkan konsep navigasi umum. Namun kami menyadari bahwa berlari memiliki tantangan yang sangat berbeda—lebih cepat dan dinamis. Kami memutuskan fokus pada track running dan merancang wearable ringan berbasis kamera RGB agar tetap terjangkau,” ungkap Anthony Edbert Feriyanto, perwakilan Tim Labmino.
Cara Kerja RunSight: "Mata" Digital di Lintasan Balap
Secara teknis, RunSight bekerja dengan sistem yang cukup kompleks namun praktis bagi pengguna:
- Kamera RGB: Menangkap video kondisi lintasan secara real-time.
- Pipeline Multi-Model AI: Memproses data visual untuk mendeteksi garis lintasan dan rintangan di depan.
- Instruksi Suara Real-Time: Memberikan arahan suara kepada pengguna agar tetap berada di tengah lintasan dan menghindari objek dengan aman.
Salah satu tantangan terbesar tim adalah memastikan AI tetap akurat meskipun kondisi cahaya berubah atau lintasan sedang padat, namun tetap ringan agar prosesnya tidak lag.
Prinsip Safety-First untuk Keamanan Maksimal
Tim Labmino merancang logika sistem RunSight dengan prinsip Safety-First. Menggunakan teknologi frame smoothing dan aturan konservatif, kacamata ini tidak akan memberikan arahan mendadak yang bisa mengejutkan atau membahayakan pelari. Pendekatan berbasis keamanan inilah yang membawa mereka meraih pengakuan internasional di ajang Samsung Solve for Tomorrow.
Dukungan Samsung dalam Membangun Generasi Problem-Solver
Keberhasilan Tim Labmino tidak lepas dari ekosistem pembelajaran Samsung Solve for Tomorrow. Program ini menjembatani riset akademis di kampus dengan solusi nyata yang bisa diaplikasikan di masyarakat.
Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian ini.
“Tim Labmino menunjukkan bahwa ketika empati dipadukan dengan teknologi AI, lahirlah solusi yang inklusif. Kami ingin terus mendorong generasi muda untuk memiliki pola pikir problem-solver yang bertanggung jawab dan berdampak,” ujar Bagus.
Perjalanan Tim Labmino dengan RunSight-nya menjadi bukti nyata bahwa anak muda Indonesia tidak hanya jago dalam teori, tetapi mampu menciptakan teknologi yang memiliki "hati". RunSight diharapkan dapat terus berkembang dan membuka pintu bagi para penyandang disabilitas visual untuk dapat berolahraga secara mandiri dan aman.
Anda mungkin suka:Review Kamera Realme GT 7T dengan Sensor Sony IMX896, Sebagus Ini?
Post a Comment for "Bangga! Tim Mahasiswa UI Ciptakan RunSight: Kacamata Pintar AI untuk Pelari Disabilitas Netral"