Bye-Bye Batu Bara! TBS Energi dan Bank DBS Indonesia Siapkan US$600 Juta Demi Target Netral Karbon 2030
Bye-Bye Batu Bara! TBS Energi dan Bank DBS Indonesia Siapkan US$600 Juta Demi Target Netral Karbon 2030 - Dunia energi di Indonesia tengah mengalami pergeseran besar. Bukan lagi sekadar wacana, transisi menuju energi bersih kini mulai menunjukkan taringnya. PT TBS Energi Utama Tbk (TBS) baru saja mempertegas langkahnya dengan meluncurkan Climate Transition Plan (CTP), sebuah peta jalan ambisius untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2030.
Langkah berani ini tidak dilakukan sendirian. Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra finansial utama yang mengucurkan pendanaan berkelanjutan untuk mempercepat transformasi TBS dari perusahaan berbasis fosil menjadi pemain kunci di sektor ekonomi hijau.
Strategi "Putus Hubungan" dengan Fosil
TBS tidak main-main dalam urusan dekarbonisasi. Jika sebelumnya pendapatan mereka didominasi oleh emas hitam, kini fokus perusahaan bergeser total ke tiga pilar masa depan: Pengelolaan Limbah (Waste Management), Energi Terbarukan, dan Mobilitas Listrik (EV).
Baca juga:Empat Alasan ASUS ZenBook Duo 14 Layak Masuk Wishlist di 2026 Ini!
Beberapa tonggak sejarah yang sudah dicapai antara lain:
- Divestasi PLTU: Pada tahun 2024, TBS telah menjual dua anak usaha pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara. Langkah ini sukses memangkas sekitar 86% emisi operasional perusahaan.
- Stop Tambang 2027: TBS berencana menghentikan seluruh operasional penambangan batu bara pada tahun 2027 mendatang.
- Target Pendapatan: Di tahun 2030, TBS memproyeksikan 80% pendapatan mereka berasal dari sektor non-batu bara.
Investasi US$600 Juta: Fokus ke EV dan Energi Bersih
Dengan dukungan investasi senilai US$600 juta, TBS tengah menggenjot berbagai proyek infrastruktur hijau yang sangat relevan dengan tren teknologi masa kini:
- Ekspansi Electrum (Mobilitas Listrik): Hingga saat ini, lebih dari 7.500 unit motor listrik Electrum telah mengaspal, didukung oleh 360+ stasiun pertukaran baterai (BSS) di wilayah Jabodetabek. Ini adalah bukti nyata keseriusan TBS dalam menggarap ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
- Energi Terbarukan: Pembangunan PLTS Terapung 46 MWp di Batam dan PLTM mini-hidro di Lampung yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2025.
- Regional Waste Platform: Melalui akuisisi strategis di Singapura (AMES, ARAH, dan Cora Environment), TBS kini mengelola platform limbah terintegrasi terbesar di kawasan tersebut.
Peran Krusial Bank DBS Indonesia
Transisi energi membutuhkan modal yang sangat besar dan strategi keuangan yang matang. Di sinilah Bank DBS Indonesia berperan bukan hanya sebagai penyedia dana, tetapi juga sebagai penasihat strategis.
“Kami mendukung TBS tidak hanya melalui solusi pembiayaan, tetapi juga pendampingan dalam menyusun Climate Transition Plan yang kredibel dan terukur. Kami ingin memastikan rencana ini dapat dieksekusi secara nyata menuju target net-zero,” ujar Anthonius Sehonamin, Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia.
Sebelumnya, Bank DBS juga telah memfasilitasi blended finance senilai US$15 juta untuk Electrum, yang menjadi pendanaan bersama pertama di Indonesia untuk sektor transportasi berkelanjutan.
Komitmen Transparansi Global
Agar transisi ini diakui secara internasional, TBS menyusun CTP dengan mengacu pada standar European Sustainability Reporting Standards (ESRS). Pelaporan emisi mereka (Scope 1 dan 2) juga telah mendapatkan jaminan (limited assurance) dari pihak ketiga sesuai standar ISO 14064, memastikan bahwa setiap klaim "hijau" yang dibuat dapat dipertanggungjawabkan secara data.
Kolaborasi antara TBS dan Bank DBS Indonesia ini menjadi sinyal kuat bagi industri bahwa keberlanjutan (sustainability) bukan lagi sekadar pelengkap bisnis, melainkan inti dari strategi pertumbuhan jangka panjang di era modern.
Anda mungkin suka:Main Roblox Makin Seru dengan Robux Tambahan Melalui Official Top Up di Topup.id
Post a Comment for "Bye-Bye Batu Bara! TBS Energi dan Bank DBS Indonesia Siapkan US$600 Juta Demi Target Netral Karbon 2030"