Ubah Sampah Jadi Listrik! 24 Perusahaan Dunia Rebutan Proyek WtE Danantara di 4 Kota Besar
Ubah Sampah Jadi Listrik! 24 Perusahaan Dunia Rebutan Proyek WtE Danantara di 4 Kota Besar - Masalah sampah di kota-kota besar Indonesia akhirnya menemukan titik terang yang futuristik. Bukan lagi sekadar ditumpuk, sampah-sampah ini bakal disulap menjadi energi listrik melalui program Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Saat ini, proyek yang dimandatkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tersebut memasuki babak krusial. Danantara Indonesia, melalui Danantara Investment Management (DIM), tengah memfinalisasi tender untuk empat kota pilot project: Bekasi, Denpasar, Yogyakarta, dan Bogor.
Tak main-main, sebanyak 24 perusahaan internasional dari Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, hingga Hong Kong kini tengah bersaing ketat untuk memenangkan proyek prestisius ini.
Baca juga:X Downloader: Cara Download Video X (Twitter) Online Tanpa Aplikasi
Teknologi "Anti-Polusi" Standar WHO
Banyak yang khawatir jika membakar sampah hanya akan memindahkan masalah dari tanah ke udara. Namun, Managing Director Investment DIM, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menegaskan bahwa teknologi yang digunakan bukan insinerator biasa yang "jadul".
“Sistem yang diterapkan adalah mechanical-grade incinerator dengan sistem penyaringan berlapis. Emisi yang dilepas akan memenuhi standar kesehatan internasional, termasuk rujukan World Health Organization (WHO),” jelas Stefanus dalam audiensi bersama DPD RI, Rabu (18/2/2026).
Artinya, fasilitas ini dirancang sebagai infrastruktur smart city yang bersih, minim residu, dan mampu menghasilkan daya listrik secara berkelanjutan.
Pengawasan Ketat DPD RI: Jangan Sampai Rakyat Kena Imbas
Meskipun teknologinya canggih, para senator di DPD RI memberikan catatan penting. Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, mengapresiasi langkah Danantara namun menekankan pentingnya kolaborasi dengan mitra lokal. Strategi ini diwajibkan agar terjadi transfer teknologi, sehingga anak bangsa tidak hanya jadi penonton.
Di sisi lain, Anggota DPD RI asal Jawa Barat, Jihan Fahira, memberikan peringatan keras soal dampak kesehatan dan sosial.
- Kesiapan Sosial: Teknologi secanggih apa pun tidak akan berguna jika masyarakat belum teredukasi memilah sampah dari rumah.
- Isu Kesehatan: Jihan menyoroti risiko gangguan pernapasan (ISPA) jika fasilitas tidak dikelola dengan benar. Ia meminta sosialisasi masif dilakukan sebelum fasilitas beroperasi.
Kolaborasi Global, Kapasitas Lokal
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPD RI asal Sulawesi Tenggara, La Ode Umar Bonte, mengingatkan bahwa investasi besar ini harus sejalan dengan penegakan regulasi lingkungan. Sinergi antara pusat, daerah, dan investor adalah kunci agar implementasi WtE tidak memicu persoalan baru di masa depan.
Apa Langkah Selanjutnya?
Dengan berakhirnya fase due diligence terhadap lebih dari 200 perusahaan, kini tersisa 24 konsorsium terpilih. Pengumuman pemenang tender dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat.
Proyek WtE ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dalam mengelola limbah perkotaan secara mandiri, sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih yang lebih "hijau".
Anda mungkin suka:X Downloader: Cara Download Video X (Twitter) Online Tanpa Aplikasi
Post a Comment for "Ubah Sampah Jadi Listrik! 24 Perusahaan Dunia Rebutan Proyek WtE Danantara di 4 Kota Besar"