Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sambut Hari Kartini, Ini yang Dilakukan Microsoft Indonesia

Sambut Hari Kartini, Ini yang Dilakukan Microsoft Indonesia - Menyadari ketidakseimbangan gender dalam bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) saat ini, Microsoft Indonesia mengadakan diskusi bersama tiga tokoh wanita dalam bidang STEM. Microsoft Indonesia melihat bahwa masih terbukanya kesempatan pemberdayaan perempuan muda Indonesia untuk terjun dan memecahkan kesenjangan dalam industri STEM, melalui pembekalan dan edukasi sejak dini dengan menghadirkan tokoh wanita di industri STEM Indonesia yang menginspirasi.

Selain berbagi pengetahuan dan wawasan mengenai dunia pekerjaan, tiga pembicara dalam acara Sharing Session: Inspirasi Perempuan Muda Indonesia di Bidang STEM juga memberikan tips dan arahan untuk para perempuan muda Indonesia agar mereka lebih percaya diri dan terus belajar untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi yang besar untuk berkembang di industri STEM. Faktanya, hanya 1 dari 4 anak perempuan berusia 12 sampai 19 tahun di kawasan Asia[1] yang mengetahui sosok wanita di bidang STEM.
#MakeWhatsNext Microsoft Indonesia (1)


“Microsoft percaya bahwa ada tiga area kunci untuk mendorong perempuan muda untuk masuk ke dalam karir yang berhubungan dengan STEM,” kata Nina Wirahadikusumah, Enterprise Commercial Director Microsoft Indonesia, yang sudah menjadi pemimpin di perusahaan teknologi besar selama 20 tahun.

“Tiga area kunci itu adalah meningkatkan eksposur dengan tokoh panutan di bidang STEM, menciptakan peluang dengan pengalaman langsung yang menunjukkan bagaiman STEM dapat membentuk masa depan dan membantu seseorang membayangkan masa depan bersama STEM.”

Eksposur terhadap tokoh panutan perempuan mematahkan stigma umum di masyarakat bahwa STEM adalah maskulin dan bidang tersebut diperuntukkan untuk laki - laki. “Sekolah-sekolah saat ini dapat mengubah persepsi anak perempuan terhadap bidang STEM dengan cara memberikan eksposur terhadap role model bagi siswa perempuan melalui kerjasama dengan tokoh-tokoh perempuan setempat, seperti alumni, yang menekuni bidang STEM untuk berbagi cerita bahwa perempuan berperan sangat penting dalam bidang STEM,” kata Hanifa Ambadar, Founder & CEO jaringan media digital, Female Daily Network yang juga menjadi pembicara dalam acara ini.

Selain itu, sekolah – sekolah juga dapat mengimplementasikan pengalaman langsung untuk siswi di usia muda dengan menggunakan perangkat yang akrab dengan siswi, seperti tablet dan PC. Teknologi itu sendiri dapat membantu siswi dalam mempelajari bidang studi STEM dengan cara yang lebih mudah dicerna.

“Pengalaman langsung membentuk hard skill dan soft skill yang diperlukan perempuan muda untuk bekerja di bidang STEM. Dengan pengalaman langsung, perempuan muda akan mendapatkan keahlian yang berharga seperti pemikiran kristis, kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan komunikasi,” jelas Alamanda Shantika, seorang engineer di startup termuka di Indonesia yang mejadi pendiri sekolah teknologi gratis Binar Academy.
Baca juga:Xiaomi Redmi Note 5 Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan AI & Snapdragon 636
#MakeWhatsNext Microsoft Indonesia (2)

Saat ini, jumlah perempuan yang mengejar pendidikan dan karir di bidang STEM masih tergolong rendah meskipun teknologi telah berkembang sangat pesat dalam beberapa dekade terakhir. Studi MasterCard juga menunjukkan bahwa perempuan merasa tidak cukup mampu berkompetisi di bidang STEM dan meresa mereka tidak akan sukses jika menekuni industri STEM.

Selama 23 tahun terakhir, Microsoft Indonesia telah bermitra dengan pemerintah Indonesia untuk membantu generasi muda, termasuk perempuan muda Indonesia untuk mengembangkan keterampilan digital.

Sejak tahun 2015, Microsoft telah mengajak perempuan muda Indonesia untuk terjun dalam industri STEM melalui program #MakeWhatsNext. Di Indonesia, Microsoft berkolaborasi dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mengadakan sesi Hour of Code untuk  50 siswi di Rumah Belajar Duri Kepa pada akhir Maret lalu. Hour of Code (HoC) diselenggarakan untuk memperkenalkan keterampilan coding dan ilmu komputer dan mengubah persepsi bahwa coding merupakan sebuah hal yang rumit melalui game Minecraft. Kegiatan serupa telah diadakan di Jambi dan Kupang.

“Stereotip bahwa industri teknologi dan teknik yang hanya bisa dikuasai oleh kaum pria adalah salah. Di era digital ini, peluang karir masa depan akan berada pada STEM, dan kami bertanggung jawab untuk mendorong dan mendukung perempuan muda untuk terjun ke industri tersebut. Dengan memilih karir di STEM, perempuan dan pria muda akan mencapai potensi sejati mereka dan membantu mengubah dunia,” tutup Nina.
Anda mungkin suka:Review Infinix Hot S3 X573: Smartphone Selfie Terbaik di Bawah 2 Juta!

Post a Comment for "Sambut Hari Kartini, Ini yang Dilakukan Microsoft Indonesia"