Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daripada Gali Lubang di Pinjol dan Paylater, INDODAX Ajak Gen Z Investasi Rutin Pakai Strategi Ini!

Daripada Gali Lubang di Pinjol dan Paylater, INDODAX Ajak Gen Z Investasi Rutin Pakai Strategi Ini! - Kemudahan akses keuangan digital bak pisau bermata dua bagi generasi muda Indonesia. Di satu sisi memberikan kepraktisan, namun di sisi lain, fenomena Pinjaman Online (Pinjol) dan Buy Now Pay Later (BNPL) justru menjadi bumerang yang mengancam masa depan finansial Gen Z dan Milenial jika tidak disikapi dengan bijak.

Melihat kondisi yang kian mengkhawatirkan ini, platform crypto exchange INDODAX bergerak mengambil tindakan. Mereka mengajak generasi muda untuk membalikkan tren konsumtif tersebut menjadi kebiasaan produktif melalui strategi investasi rutin yang konsisten.

Daripada Gali Lubang di Pinjol dan Paylater, INDODAX Ajak Gen Z Investasi Rutin Pakai Strategi Ini!


Ngeri! Hampir Separuh Kredit Macet Pinjol Didominasi Anak Muda

Bukan tanpa alasan kondisi ini disebut darurat. Berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, tercatat bahwa 48,65% kredit macet pinjaman online berasal dari kelompok usia 19–34 tahun.

Baca juga:Review Kamera Realme GT 7T dengan Sensor Sony IMX896, Sebagus Ini?

Angka-angka di bawah ini memperlihatkan betapa masifnya jeratan utang digital di tanah air:

  • Outstanding Pinjol Nasional: Menembus Rp101,03 triliun (Tumbuh 26,25% secara tahunan/YoY).
  • Total Utang Paylater (BNPL): Menyentuh Rp28,3 triliun dari total 30,81 juta pengguna.
  • Rasio Kredit Bermasalah (TWP90): Berada di angka 4,52%.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, menilai tingginya angka ini menunjukkan adanya ketimpangan besar antara kemudahan pola konsumsi digital dengan kesiapan anak muda dalam membangun aset jangka panjang.

“Membangun kondisi finansial yang sehat tidak selalu harus dimulai dari nominal besar. Langkah sederhana seperti menyisihkan setidaknya 5% dana dingin dari penghasilan untuk investasi rutin dapat membentuk disiplin finansial dalam jangka panjang,” tegas Aloysia.

Bahaya Terselubung: BI Checking Rusak, Susah Ajukan KPR

Banyak anak muda yang belum melek bahwa kelalaian membayar tagihan pinjol atau paylater berimbas buruk pada masa depan mereka. Setiap riwayat keterlambatan akan tercatat langsung dalam rekam jejak finansial di otoritas terkait.

Jika rekam jejak tersebut sudah dinilai buruk atau mengalami kredit macet, generasi muda akan menghadapi kesulitan besar di kemudian hari saat ingin mengajukan hal-hal krusial seperti:

  • Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
  • Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).
  • Pengajuan modal atau pembiayaan usaha.

Solusi Cerdas: Melawan Tren Instan dengan Strategi DCA

Sebagai langkah konkret untuk menyelamatkan dompet generasi muda, INDODAX mendorong penerapan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA) atau metode investasi berkala. Konsepnya sederhana: Anda berinvestasi dengan nominal uang yang tetap secara konsisten dan terjadwal (misalnya setiap minggu atau setiap bulan), tanpa perlu pusing memikirkan naik-turunnya harga pasar.

Untuk mempermudah strategi ini, INDODAX kini menyediakan fitur Investasi Rutin yang dapat melakukan pembelian aset kripto secara otomatis sesuai jadwal yang Anda tentukan. Melalui fitur ini, dana yang biasanya habis untuk pos konsumtif atau cicilan paylater yang tidak perlu, bisa dialihkan menjadi aset digital yang bernilai di masa depan.

Sebagai platform yang telah beroperasi lebih dari 12 tahun di Indonesia, INDODAX juga berkomitmen terus menggencarkan edukasi gratis melalui berbagai kanal agar masyarakat paham cara meminimalisir risiko investasi dan mengelola keuangan digital dengan sehat.

Anda mungkin suka:Realme GT 7T Review: Performa Flagship, Baterai Tahan Lama!

Post a Comment for "Daripada Gali Lubang di Pinjol dan Paylater, INDODAX Ajak Gen Z Investasi Rutin Pakai Strategi Ini!"