Ledakan 5G di Asia Pasifik! Pasar Seluler Bakal Tembus Rp5.400 Triliun di 2030, Konsumsi Data Meroket!
Ledakan 5G di Asia Pasifik! Pasar Seluler Bakal Tembus Rp5.400 Triliun di 2030, Konsumsi Data Meroket! - Dominasi teknologi 5G di kawasan Asia-Pasifik (APAC) semakin tidak terbendung. Laporan terbaru dari lembaga riset GlobalData memprediksi bahwa pendapatan layanan komunikasi seluler di wilayah ini akan terus merangkak naik dengan pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 2,3%.
Angka ini diproyeksikan meningkat dari $310,6 miliar (sekitar Rp4.800 triliun) pada tahun 2025 menjadi $347,3 miliar (sekitar Rp5.400 triliun) pada tahun 2030. Pendorong utamanya? Tentu saja ekspansi jaringan 5G yang masif dan migrasi besar-besaran pelanggan ke layanan data super cepat.
5G: Mesin Pencetak Uang Baru Operator Seluler
Menurut laporan Asia-Pacific Mobile Broadband Forecast (Q4 2025), layanan data seluler akan tetap menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Hal ini dipicu oleh adopsi layanan 5G yang memiliki nilai ARPU (Average Revenue Per User) lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca juga:Tempat Top Up Game Murah untuk Game Omega Legends
Srikanth Vaidya, Analis Telekomunikasi di GlobalData, menjelaskan bahwa pasar negara maju sudah mencapai penetrasi 5G yang luas. Sementara itu, negara berkembang seperti Pakistan dan Sri Lanka baru saja memulai langkah besar mereka.
- Pakistan: Operator seperti Ufone, Jazz, dan Zong baru saja mengamankan lisensi 5G pada Maret 2026.
- Sri Lanka: Dialog dan Mobitel telah meluncurkan layanan 5G secara komersial dan terus memperluas jangkauannya.
- Konsumsi Data: Dari 26GB ke 45GB per Bulan!
Salah satu poin paling menarik dalam laporan ini adalah perilaku pengguna smartphone di Asia Pasifik yang semakin "lapar" data.
Rata-rata penggunaan data bulanan (di luar langganan suara saja) diperkirakan melonjak drastis:
- Tahun 2025: 26,6 GB per bulan.
- Tahun 2030: 45,6 GB per bulan!
Lonjakan ini didorong oleh konsumsi konten video online dan media sosial yang semakin intens, didukung oleh paket data melimpah yang ditawarkan oleh operator seluler (MNO).
China Jadi Raja 5G Dunia
Tiongkok atau China diprediksi akan tetap menjadi pasar 5G terbesar di dunia hingga tahun 2030. Diperkirakan, sebanyak 88% pelanggan seluler di China akan berada di jaringan 5G pada akhir dekade ini.
Kesuksesan ini merupakan hasil dari investasi besar-besaran pemerintah dan operator dalam memperluas cakupan sinyal hingga ke kawasan industri dan pedesaan. Selain China, negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan juga memimpin balapan teknologi "5G+" untuk mendukung industri manufaktur, IT, serta peluang IoT (Internet of Things).
Nasib Telepon Konvensional: Semakin Ditinggalkan
Berbanding terbalik dengan layanan data yang tumbuh subur, pendapatan dari layanan suara (telepon biasa) justru diprediksi merosot tajam dengan penurunan tahunan (CAGR) sebesar 9,2%.
Penyebabnya jelas: konsumen kini lebih memilih melakukan panggilan melalui aplikasi berbasis internet (OTT) seperti WhatsApp, Telegram, atau Zoom daripada menggunakan pulsa telepon konvensional.
Apakah kuota data Anda saat ini sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari, atau Anda termasuk yang menunggu 5G lebih merata agar bisa "maraton" video tanpa buffering? Tulis pendapat Anda di kolom komentar!
Anda mungkin suka:ASUS All-in-One V400 Series, Pilihan tepat untuk Work From Home
Post a Comment for "Ledakan 5G di Asia Pasifik! Pasar Seluler Bakal Tembus Rp5.400 Triliun di 2030, Konsumsi Data Meroket!"