Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Emas Tumbang, Bitcoin Terbang! Mengapa Kripto Jadi "Safe Haven" Baru Saat Konflik Global Memanas?

Emas Tumbang, Bitcoin Terbang! Mengapa Kripto Jadi "Safe Haven" Baru Saat Konflik Global Memanas? - Peta aset investasi dunia sedang mengalami pergeseran besar. Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian ekonomi, sebuah fenomena menarik terjadi: Bitcoin (BTC) justru tampil perkasa, mengungguli aset tradisional seperti emas dan saham yang biasanya menjadi pelarian investor di masa krisis.

Per Selasa, 24 Maret 2026, Bitcoin terpantau kokoh di kisaran US$70.000 - US$71.000. Angka ini mencerminkan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir. Kontras dengan itu, indeks saham S&P 500 justru merosot sekitar 4%, sementara harga emas mengalami koreksi tajam.

Emas Tumbang, Bitcoin Terbang! Mengapa Kripto Jadi "Safe Haven" Baru Saat Konflik Global Memanas?


Rapor Investasi Global: Bitcoin vs Emas vs Saham

Kondisi pasar saat ini memberikan data yang cukup mengejutkan bagi para pengamat ekonomi:

Baca juga:X Downloader: Cara Download Video X (Twitter) Online Tanpa Aplikasi

  • Bitcoin (+12%): Menunjukkan ketahanan luar biasa sebagai aset yang terdesentralisasi.
  • S&P 500 (-4%): Tertekan oleh sentimen negatif pasar modal global.
  • Emas (-16%): Mencatatkan penurunan terbesar sejak tahun 1983, menyentuh level US$4.400 per ons troi.

Mengapa emas, yang selama berabad-abad dianggap sebagai "pelabuhan aman", justru anjlok? Greg Shearer, Kepala Strategi Logam JPMorgan, menyebutkan bahwa aksi sell-off emas dipicu oleh lonjakan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi, penguatan dolar AS, serta tingginya keuntungan obligasi yang membuat emas (yang tidak memberikan imbal hasil rutin) menjadi kurang menarik.

Analisis INDODAX: Mengapa Bitcoin Jadi Sorotan?

Menanggapi fenomena ini, Antony Kusuma, Vice President INDODAX, menjelaskan bahwa performa kuat Bitcoin saat krisis global bukanlah kebetulan semata. Pola serupa pernah terlihat saat pandemi COVID-19 dan awal konflik Rusia-Ukraina.

“Karakteristik Bitcoin yang terdesentralisasi, dapat diperdagangkan 24 jam, serta tidak bergantung pada sistem perbankan konvensional menjadikannya sangat relevan saat stabilitas sistem keuangan terganggu oleh geopolitik,” jelas Antony.

Ketergantungan dunia pada jalur energi di Selat Hormuz juga meningkatkan risiko inflasi. Hal ini mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Dalam kondisi likuiditas yang ketat, fleksibilitas Bitcoin memberikan fungsi praktis bagi investor sebagai alternatif lindung nilai (hedging).

Tetap Waspada: Manajemen Risiko adalah Kunci

Meski Bitcoin sedang naik daun, INDODAX mengingatkan bahwa pasar kripto tetap berada dalam fase volatil. Faktor makroekonomi seperti kebijakan suku bunga The Fed dan data inflasi terbaru akan terus menjadi penentu arah harga ke depan.

Sebagai platform terpercaya di Indonesia, INDODAX terus mendorong transparansi dengan memublikasikan data Proof of Reserves (PoR) yang dapat diakses publik melalui CoinMarketCap. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dana nasabah di tengah gejolak pasar yang tak menentu.

Anda mungkin suka:Empat Alasan ASUS ZenBook Duo 14 Layak Masuk Wishlist di 2026 Ini!

Post a Comment for "Emas Tumbang, Bitcoin Terbang! Mengapa Kripto Jadi "Safe Haven" Baru Saat Konflik Global Memanas?"