Bitcoin (BTC) Kembali Koreksi di Bawah US$90.000 Setelah Pengumuman FOMC Januari 2026, Ada Apa?
Bitcoin (BTC) Kembali Koreksi di Bawah US$90.000 Setelah Pengumuman FOMC Januari 2026, Ada Apa? - Pasar kripto kembali menunjukkan dinamikanya. Setelah sempat mencicipi level di atas US$90.000, harga Bitcoin (BTC) terpantau mengalami pelemahan pada Kamis (29/1/2026). Koreksi ini terjadi sesaat setelah The Federal Reserve (The Fed) merilis hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) perdana di tahun 2026.
Hasilnya? Bank sentral Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%. Meski keputusan ini sudah diprediksi oleh mayoritas pelaku pasar, absennya "kejutan manis" dari The Fed tampaknya membuat investor aset berisiko memilih untuk bersikap lebih konservatif.
Respons Pasar: Tekanan dari ETF dan Sentimen Global
Respons Pasar: Tekanan dari ETF dan Sentimen GlobalPenurunan harga BTC ke bawah level psikologis US$90.000 dipicu oleh beberapa faktor makro. Selain hasil FOMC, data menunjukkan adanya arus keluar (*outflow*) pada produk **Spot Bitcoin ETF** di Amerika Serikat senilai **US$147,37 juta** pada Selasa (27/1).
Baca juga:Realme Buds 2 Neo Review, Headset Murah Bersuara MantapMenariknya, sehari sebelum pengumuman FOMC, Bitcoin sempat menguat didorong oleh pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan ketidakhawatirannya terhadap penurunan nilai dolar AS. Namun, euforia tersebut tampaknya tertutup oleh sikap hati-hati para institusi besar.
Analisis Pakar: Volatilitas yang Wajar
VP INDODAX, Antony Kusuma, menilai pergerakan harga saat ini adalah bentuk penyesuaian pasar yang lumrah terjadi pasca pengumuman kebijakan moneter.
“Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga sebenarnya sudah tercermin dalam ekspektasi pasar. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum memberikan dorongan atau katalis positif baru bagi pasar,” ujar Antony.
Ia menambahkan bahwa momen seperti FOMC sering kali menjadi waktu bagi investor untuk mengevaluasi strategi mereka, sehingga volatilitas jangka pendek sulit dihindari.
Kabar Baik: South Dakota Ajukan RUU Cadangan Bitcoin!
Di tengah koreksi harga, ada berita fundamental yang sangat positif dari sisi adopsi. Negara bagian South Dakota di AS secara resmi mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk membentuk Bitcoin Reserve atau cadangan Bitcoin negara.
Rencana ambisius ini berpotensi mengalokasikan hingga 10% dari total dana kelolaan negara bagian tersebut ke dalam Bitcoin. Langkah ini menjadi bukti kuat bahwa meskipun harga harian bergejolak, adopsi Bitcoin di level pemerintahan terus menguat.
Strategi Hadapi Pasar: Disiplin dan Edukasi
Antony menyarankan agar para investor tidak terjebak dalam kepanikan akibat fluktuasi harian. Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:
- Dollar Cost Averaging (DCA): Membeli secara berkala untuk meminimalisir risiko fluktuasi harga yang tajam.
- Pantau Faktor Makro: Tetap perhatikan isu geopolitik dan kebijakan moneter global yang cepat berubah.
- Edukasi Mandiri: Memanfaatkan platform seperti INDODAX Academy untuk memahami konteks risiko sebelum mengambil keputusan besar.
Anda mungkin suka:Advan Tab Sketsa 3 Review: Tablet Murah dan Lengkap, Tapi…
Post a Comment for "Bitcoin (BTC) Kembali Koreksi di Bawah US$90.000 Setelah Pengumuman FOMC Januari 2026, Ada Apa?"