Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bitcoin "Gaspol" ke $97.000! Inflasi AS Sesuai Ekspektasi, Sinyal Hijau Buat Pasar Kripto?

Bitcoin "Gaspol" ke $97.000! Inflasi AS Sesuai Ekspektasi, Sinyal Hijau Buat Pasar Kripto? - Kabar gembira menyelimuti pasar kripto di awal tahun 2026. Harga Bitcoin (BTC) terpantau kembali menunjukkan taringnya dengan sempat menembus level $97.000 (sekitar Rp1,5 miliar lebih) pada Kamis (15/1/2026).

Kenaikan signifikan ini terjadi sesaat setelah rilis data inflasi Amerika Serikat untuk Desember 2025 yang ternyata "adem-ayem" dan sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar. Apakah ini tanda-tanda bull run akan berlanjut?

Bitcoin "Gaspol" ke $97.000! Inflasi AS Sesuai Ekspektasi, Sinyal Hijau Buat Pasar Kripto?


Data Inflasi AS Jadi "Angin Segar"

Berdasarkan laporan Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), inflasi tahunan AS tercatat berada di angka 2,7%, dengan inflasi inti (core inflation) yang tetap terkendali di level 2,6% (y/y).

Baca juga:Poco C65 Review, Murah dan Masih Nyaman Dipakai?

Meskipun ada kenaikan di sektor perumahan (shelter), angka-angka ini tidak mengejutkan pasar. Kondisi inflasi yang stabil memberikan ruang bagi bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan suku bunga. Kabar ini langsung direspons positif oleh aset berisiko seperti kripto.

Analisis INDODAX: Pasar Mulai "Bernapas" Lega

Antony Kusuma, Vice President INDODAX, menilai bahwa stabilnya data ekonomi makro ini menjadi katalis penting bagi pergerakan harga.

“Pasar relatif lebih tenang karena angka inflasi sejalan dengan ekspektasi. Dalam kondisi seperti ini, ketidakpastian kebijakan moneter menurun, sehingga investor global mulai kembali melirik aset berisiko. Likuiditas global berpotensi tetap terjaga, dan kini fokus beralih pada arah kebijakan suku bunga The Fed selanjutnya,” ujar Antony.

"Paus" Institusi Masih Lapar: Borong Bitcoin Rp15 Triliun!

Selain faktor makro, dorongan harga juga datang dari langkah berani institusi besar. Strategy Inc. baru saja mengumumkan penambahan kepemilikan Bitcoin senilai lebih dari US$1 miliar (sekitar Rp15,6 triliun) di awal tahun 2026 ini.

Ini merupakan pembelian terbesar mereka sejak pertengahan 2025. Langkah ini kian memperkuat posisi mereka sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Menurut Antony, aksi borong oleh raksasa institusi ini membuktikan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai aset dengan fundamental yang kuat untuk jangka panjang, bukan sekadar instrumen spekulasi sesaat.

Altcoin Ikut "Pesta": Ethereum dan Solana Melaju

Tak mau ketinggalan, sejumlah aset kripto utama lainnya alias altcoin juga mencatatkan rapor hijau. Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) terpantau bergerak lebih agresif, mencerminkan tingginya minat investor untuk masuk kembali ke pasar setelah tekanan ekonomi makro mereda.

Tetap Waspada: Ingat DYOR!

Meski pasar sedang menghijau, INDODAX tetap mengingatkan para penggunanya untuk tidak terlena. Volatilitas tetap menjadi karakter utama dalam dunia kripto.

Sangat disarankan bagi setiap investor untuk selalu menerapkan manajemen risiko yang disiplin dan melakukan riset mandiri atau Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan investasi.

Anda mungkin suka:Advan Tab Sketsa 3 Review: Tablet Murah dan Lengkap, Tapi…

Post a Comment for "Bitcoin "Gaspol" ke $97.000! Inflasi AS Sesuai Ekspektasi, Sinyal Hijau Buat Pasar Kripto?"