Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Riset Digital 2027: Pengguna AI Tembus 3,2 Miliar Jiwa, Trafik Web Tradisional Mulai Ditinggalkan

Riset Digital 2027: Pengguna AI Tembus 3,2 Miliar Jiwa, Trafik Web Tradisional Mulai Ditinggalkan - Pertumbuhan teknologi Kecerdasan Buatan Generatif (Generative AI) dan adopsi media sosial secara global kini memasuki babak baru yang sangat masif. Laporan riset tahunan Digital 2027 yang diterbitkan oleh We Are Social bersama Meltwater mengungkapkan bahwa lebih dari sepertiga populasi dunia kini telah aktif menggunakan peranti kecerdasan buatan setiap bulannya.

Laporan komprehensif setebal 900 halaman tersebut mencatat pergeseran besar dalam perilaku berselancar di internet. Masyarakat dunia kini cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam platform sosial, aplikasi seluler terintegrasi, serta ekosistem berbasis AI, yang berdampak pada penurunan trafik ke situs web tradisional.

Riset Digital 2027: Pengguna AI Tembus 3,2 Miliar Jiwa, Trafik Web Tradisional Mulai Ditinggalkan


Ledakan Pengguna Gen AI dan Dominasi ChatGPT

Analisis data Digital 2027 memperkirakan jumlah pengguna aktif alat kecerdasan buatan generatif telah melonjak hingga 3,24 miliar jiwa, atau setara dengan 38,9% dari total populasi bumi. Dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, adopsi Gen AI mencatat kenaikan drastis sebesar 57,2% dengan penambahan 1,2 miliar pengguna baru.

Baca juga:Realme 15T 5G Review, Kamera Tajam dengan Desain Familiar

ChatGPT buatan OpenAI masih mengukuhkan posisinya sebagai raja pasar dengan jumlah pengguna aktif bulanan dua kali lipat lebih banyak dibanding pesaing terdekatnya. Meski demikian, platform kompetitor seperti Google Gemini dan Anthropic Claude menunjukkan pergerakan yang sangat agresif. Pengguna aktif aplikasi seluler Google Gemini melesat empat kali lipat dalam setahun terakhir, sementara basis pengguna versi web milik Gemini kini telah mencapai lebih dari 60% dari total porsi pasar ChatGPT.

Pengguna Media Sosial Tembus 5,81 Miliar Jiwa

Sektor media sosial juga mencatatkan rekor baru dengan total identitas pengguna mencapai 5,81 miliar jiwa, atau mencakup 69,9% dari populasi dunia. Angka ini bertumbuh 2,7% dibanding tahun sebelumnya berkat masuknya 151 juta pengguna baru.

Secara rata-rata, seorang pengguna internet kini mengalokasikan waktu selama 19 jam 18 menit per minggu untuk mengakses platform media sosial dan video daring. YouTube menjadi platform yang paling banyak menyedot perhatian waktu global, disusul ketat oleh WhatsApp dan Instagram. Namun, dari sisi durasi harian per pengguna aktif, TikTok memimpin secara mutlak dengan rata-rata penggunaan mencapai 1 jam 55 menit setiap harinya.

Media sosial juga menjadi mesin pencari utama bagi generasi muda. Sebanyak 46,9% pengguna internet berusia 16 hingga 24 tahun menjadikan platform seperti Instagram dan Facebook sebagai rujukan utama saat meriset informasi produk dan merek sebelum melakukan pembelian.

Pergeseran Perilaku Internet dan Anjloknya Trafik Web

Kehadiran kecerdasan buatan dan aplikasi bawaan ponsel secara perlahan merestrukturisasi cara kerja internet konvensional. Di 10.000 domain web teratas dunia, total trafik bulanan merosot lebih dari 10% sejak ChatGPT meluncur ke publik. Bahkan, total waktu yang dihabiskan masyarakat untuk membuka halaman situs web menyusut 11,2% dalam 24 bulan terakhir.

Kendati demikian, mesin pencari tradisional belum sepenuhnya ditinggalkan. Sebanyak 74% orang dewasa di internet mengaku masih lebih memilih menggunakan mesin pencari konvensional ketimbang platform AI saat melakukan riset mendalam terhadap sebuah merek.

Sorotan Penting Lainnya dari Laporan Digital 2027:

  • Penetrasi Internet Global: Total pengguna internet dunia kini menyentuh 6,15 miliar jiwa (73,9% dari populasi bumi).
  • Pertumbuhan Iklan Digital: Total belanja iklan digital naik 8,7% dalam setahun terakhir, dengan porsi belanja iklan media sosial melonjak 18% dan pemasaran influencer naik 15%.
  • Keragaman Saluran Pemasaran: Konsumen rata-rata mengandalkan 5,8 saluran digital berbeda untuk menemukan produk atau merek baru.
  • Kucing vs Anjing di Dunia Maya: Data pencarian Google mengonfirmasi bahwa konten kucing masih mendominasi internet dengan 4,15 miliar hasil pencarian, mengungguli konten anjing yang meraih 4,02 miliar hasil.

CEO We Are Social APAC, Suzie Shaw, menjelaskan bahwa integrasi AI telah mengubah cara konsumen menemukan sebuah merek. Oleh karena itu, pendekatan Generative Engine Optimization (GEO) dan kekuatan komunitas menjadi kunci bagi pelaku industri. Rekomendasi serta ulasan yang dibagikan masyarakat di media sosial kini menjadi sumber data utama yang dipelajari oleh AI untuk memberikan jawaban kepada pengguna.

Sementara itu, Vice President of Enterprise Sales Meltwater APAC, Mimrah Mahmood, menambahkan bahwa dengan lonjakan adopsi Gen AI yang mendekati angka 60%, perjalanan keputusan konsumen kini ditulis ulang secara real-time. Pelaku pemasar dituntut untuk memahami jejak merek mereka secara menyeluruh di seluruh lanskap media, sosial, pencarian, dan lingkungan berbasis AI.

Anda mungkin suka:Asus Vivobook Go 14 E1404FA Review, Laptop Murah dan Sat-set untuk Pelajar dan Mahasiswa

Post a Comment for "Riset Digital 2027: Pengguna AI Tembus 3,2 Miliar Jiwa, Trafik Web Tradisional Mulai Ditinggalkan"