Gebrakan Schneider Electric dan UGM: Hibahkan Perangkat Canggih hingga Rombak Kurikulum Cetak Talenta Industri Berkelanjutan
Gebrakan Schneider Electric dan UGM: Hibahkan Perangkat Canggih hingga Rombak Kurikulum Cetak Talenta Industri Berkelanjutan - Tantangan revolusi industri yang kian masif menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dan melek teknologi. Menjawab urgensi tersebut, raksasa teknologi energi global, Schneider Electric, resmi menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam sebuah kemitraan strategis yang komprehensif. Kolaborasi antara dunia industri dan akademis ini difokuskan pada pengembangan talenta unggul, modernisasi fasilitas pembelajaran, hingga penyelarasan kurikulum pendidikan yang lebih adaptif terhadap tuntutan industri modern.
Sinergi ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada 18 September 2026 yang secara khusus melibatkan Fakultas Teknik dan Sekolah Vokasi UGM. Sebagai wujud komitmen nyata, Schneider Electric mengucurkan hibah teknologi (technology grant) berupa perangkat switchgear mutakhir, lengkap dengan panel SM6 dan PIX yang diproduksi langsung dari pabrik Schneider Electric di Cikarang. Perangkat distribusi listrik tegangan menengah berstandar industri ini akan langsung diinstalasi di laboratorium kampus sebagai sarana praktik interaktif bagi mahasiswa.
Tidak berhenti pada perangkat keras, kemitraan ini juga menyentuh ranah perangkat lunak. Schneider Electric dan UGM mulai mengintegrasikan EcoStruxure™ Automation Expert (EAE)—sebuah solusi otomasi berbasis perangkat lunak terbuka yang dirancang khusus untuk sistem kontrol digital industri—ke dalam materi pembelajaran kelas.
Baca juga:Realme Buds Air 8 Review: Kualitas Suara Mantap, Fitur Super Lengkap
Untuk memperkuat wawasan praktis, perusahaan juga telah menggelar sesi kuliah teknis interaktif yang dihadiri oleh lebih dari 150 mahasiswa dan alumni UGM. Mengupas tuntas teknologi switchgear dan aplikasinya di dunia nyata, sesi ini memberikan gambaran langsung mengenai kompetensi baru yang krusial di era percepatan elektrifikasi dan digitalisasi.
Langkah kolaboratif ini sejalan dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, yang memprioritaskan penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi guna mencetak tenaga kerja yang tangkas, produktif, dan berdaya saing global.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa laju inovasi teknologi secara konstan terus mengubah standar kompetensi di dunia kerja.
"Melalui kolaborasi dengan UGM, kami ingin memberikan paparan industri yang lebih kuat kepada mahasiswa, sehingga mereka dapat memahami penerapan teknologi secara langsung dan membangun kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan industri masa depan," papar Martin.
Sambutan positif turut disuarakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, yang hadir dalam penandatanganan bersama Dekan Fakultas Teknik UGM Prof. Ir. Selo.
"Kolaborasi dengan industri memberi mahasiswa kesempatan untuk memahami bagaimana ilmu dan teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Kemitraan dengan Schneider Electric diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, memperluas paparan mahasiswa dan pengajar terhadap perkembangan teknologi, sekaligus menjaga relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri," jelas Arief.
Sinergi bersama UGM ini semakin mempertegas rekam jejak panjang Schneider Electric dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan ini telah sukses berkolaborasi dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengintegrasikan ekosistem EcoStruxure Automation Expert ke dalam kurikulum Program Studi Teknik Fisika.
Di Politeknik Negeri Batam, Schneider bahkan telah membangun Schneider Innovation Corner yang memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi langsung Programmable Logic Controllers (PLC), sistem pergerakan mekanis (motion systems), panel motor, hingga simulator industri.
Anda mungkin suka:Review Kamera Realme 15T Berkekuatan 50MP dengan Sensor OmniVision OV50D40
Post a Comment for "Gebrakan Schneider Electric dan UGM: Hibahkan Perangkat Canggih hingga Rombak Kurikulum Cetak Talenta Industri Berkelanjutan"