Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi Dual Growth Pertamina: Amankan Pasokan Migas Hari Ini, Bangun Ekosistem Energi Hijau Masa Depan

Strategi Dual Growth Pertamina: Amankan Pasokan Migas Hari Ini, Bangun Ekosistem Energi Hijau Masa Depan - Panasnya suhu geopolitik global saat ini membuktikan bahwa urusan energi bukan lagi sekadar pemenuhan kebutuhan konsumsi harian. Ketika konflik antarnegara mampu mengacak-acak rantai pasok dan melambungkan harga komoditas, ketahanan energi bertransformasi menjadi benteng utama pertahanan ekonomi sebuah negara.

Menghadapi tantangan berlapis ini, raksasa energi nasional PT Pertamina (Persero) tidak tinggal diam. Mereka meluncurkan jurus strategis bertajuk Dual Growth (Pertumbuhan Ganda). Strategi ini dirancang untuk memastikan keran pasokan energi nasional tetap mengalir deras hari ini, sembari menyiapkan sumber energi bersih untuk masa depan.

Strategi Dual Growth Pertamina: Amankan Pasokan Migas Hari Ini, Bangun Ekosistem Energi Hijau Masa Depan


Apa Itu Strategi Dual Growth Pertamina?

Secara garis besar, strategi Dual Growth berjalan secara simultan melalui dua jalur utama:

Baca juga:Realme Buds Air 8 Review: Kualitas Suara Mantap, Fitur Super Lengkap

  • Jalur Pertama (Bisnis Legacy): Memaksimalkan fondasi bisnis eksisting, yakni penyediaan energi berbasis minyak dan gas (migas). Pertamina terus menggenjot produksi migas dan mengoptimalkan aset kilang guna menjaga ketersediaan energi dari dalam negeri di tengah ketidakpastian global.
  • Jalur Kedua (Bisnis Rendah Karbon): Membangun ekosistem Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Pertamina gencar mengembangkan energi panas bumi, surya, bahan bakar nabati, hidrogen rendah karbon, hingga teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS).

“Bagi Pertamina, transisi energi bukan hanya mengenai bagaimana menurunkan emisi, tetapi juga memastikan bahwa Indonesia memiliki sumber energi yang semakin beragam, berkelanjutan, dan berasal dari potensi dalam negeri,” tegas Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron.

Sebagai bukti nyata di jalur hijau, melalui Pertamina Geothermal Energy (PGE), perseroan kini mengelola kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1.932 Megawatt (MW) (727 MW dikelola langsung dan 1.205 MW via skema Kontrak Operasi Bersama). Angka ini mendominasi sekitar 70% dari total kapasitas panas bumi terpasang di Indonesia!

Safe Transition: Menjaga Keseimbangan Bisnis

Langkah ganda Pertamina ini mendapat apresiasi dari Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal. Menurutnya, pergeseran dari migas ke EBT memang mutlak diperlukan mengingat migas adalah energi fosil tak terbarukan dengan cadangan terbatas. Namun, transisi ini tidak boleh dilakukan secara serampangan.

Faisal menyebut strategi Pertamina ini sebagai wujud safe transition (transisi yang aman).

"Harus mencari sumber lain di luar migas untuk mendorong ketahanan energi dan memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Bisnis migas dapat tetap menjadi penopang selama Pertamina membangun ekosistem energi baru, sehingga menghindari perubahan yang terlalu mendadak terhadap kinerja perusahaan," jelas Faisal.

Menuju Swasembada Energi & Net Zero Emission 2060

Dorongan Pertamina ini sangat selaras dengan visi pemerintah. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa EBT adalah senjata utama untuk mencapai swasembada energi—sebuah tameng agar Indonesia tidak mudah goyah oleh kenaikan harga energi global maupun beban subsidi yang membengkak.

Meski demikian, perjalanan ini masih panjang. Kementerian ESDM mencatat bauran EBT nasional pada Semester I 2026 baru mencapai 17,3%, masih membutuhkan akselerasi ekstra untuk mengejar target 30% pada tahun 2034.

Oleh karena itu, strategi Dual Growth bukan sekadar manuver bisnis korporasi, melainkan tulang punggung ketahanan negara. Seperti yang ditegaskan kembali oleh Baron, "Perjalanan tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan energi hari ini tetap terpenuhi sembari membangun fondasi energi masa depan menuju Net Zero Emission 2060."

Anda mungkin suka:Review Kamera Realme 15T Berkekuatan 50MP dengan Sensor OmniVision OV50D40

Post a Comment for "Strategi Dual Growth Pertamina: Amankan Pasokan Migas Hari Ini, Bangun Ekosistem Energi Hijau Masa Depan"