Tembus 22 Juta Pengguna! INDODAX Beberkan Strategi Bikin Ekosistem Kripto RI Makin Kompetitif dan Aman
Tembus 22 Juta Pengguna! INDODAX Beberkan Strategi Bikin Ekosistem Kripto RI Makin Kompetitif dan Aman - Pertumbuhan adopsi aset digital di Tanah Air melesat tak terbendung. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna kripto di Indonesia telah menembus angka fantastis, yakni 22,69 juta orang!
Dengan besarnya pasar tersebut, fokus industri kripto nasional kini mulai bergeser. Bukan lagi sekadar berlomba-lomba memperbesar jumlah pengguna, melainkan bagaimana menciptakan ekosistem yang sehat melalui inovasi berkualitas, perlindungan konsumen yang ketat, dan kesiapan institusional.
Dinamika inilah yang menjadi sorotan utama dalam ajang bergengsi Coinfest Asia 2026 di Bali. Mengumpulkan pemerintah, regulator, dan para raksasa industri kripto global maupun lokal, ajang ini mencari titik keseimbangan antara kepastian regulasi dan ruang kebebasan berinovasi.
Baca juga:Realme Buds Air 8 Review: Kualitas Suara Mantap, Fitur Super Lengkap
Compliance dan Inovasi Harus Jalan Beriringan
Banyak pengguna kripto lokal yang "lari" ke platform luar negeri (offshore) karena alasan kelengkapan fitur dan produk. Menanggapi hal ini, Co-Founder INDODAX, Oscar Darmawan, menegaskan bahwa inovasi produk di dalam negeri harus terus dipacu tanpa mengorbankan aspek kepatuhan (compliance).
Menurut Oscar, kepatuhan adalah tiket masuk utama bagi institusi besar untuk terjun ke industri ini. Namun, hal itu harus diimbangi dengan layanan yang relevan bagi pengguna ritel.
“Compliance tetap menjadi fondasi agar institusi dapat masuk. Namun, jika produk dan layanan di dalam negeri semakin berkembang, pengguna akan memiliki lebih banyak alasan untuk tetap berada di ekosistem lokal yang teregulasi dan mendapatkan perlindungan yang jauh lebih baik,” tegas Oscar.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Oscar sangat mengapresiasi keberadaan Regulatory Sandbox dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Fasilitas ini menjadi semacam "laboratorium" bagi pelaku industri untuk menguji inovasi baru secara aman sebelum diluncurkan ke publik, sehingga perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama.
Bali Bersiap Jadi Pusat Inovasi Web3
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah pusat. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Todotua Pasaribu, memproyeksikan bahwa Bali memiliki potensi raksasa untuk berevolusi. Dari sekadar surga pariwisata, Bali dinilai siap menjadi pusat investasi, teknologi digital, hingga ekosistem Fintech, Web3, dan aset kripto.
"Pemerintah dapat membangun kerangka dan regulator memberikan kepastian, tetapi perusahaan serta inovator-lah yang pada akhirnya membangun masa depan,” ujar Todotua.
Senada dengan hal itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengingatkan pentingnya regulasi yang adaptif. Ia menekankan bahwa aturan hukum tidak boleh mencekik inovasi. "Kesiapan institusi tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia yang mumpuni. Kolaborasi lintas otoritas adalah kunci," jelasnya.
Baca juga:HP 14 em0014au Review, Laptop Terjangkau Bebas Lemot untuk Pelajar
Standar Ketat INDODAX untuk Proyek Global
Sebagai crypto exchange terdepan di Indonesia, INDODAX tidak sembarangan dalam memasukkan (listing) proyek kripto global ke dalam platformnya.
Vice President of Business Development INDODAX, James Eugene, membocorkan bahwa keberhasilan sebuah koin atau token kripto di Indonesia sangat bergantung pada kualitas fundamentalnya.
Beberapa faktor krusial yang dinilai INDODAX sebelum melakukan listing meliputi:
- Market Share & Permintaan (Demand)
- Likuiditas (Liquidity) yang Sehat
- Kualitas dan Utilitas Proyek Nyata
- Keberlanjutan Ekosistem (Market Fit)
Ajang Coinfest Asia 2026 ini menjadi momentum emas bagi ekosistem aset digital Indonesia untuk naik kelas. Dengan perpaduan regulasi yang adaptif dan inovasi tanpa henti, Indonesia siap menjadi magnet utama investasi kripto di kancah global.
Anda mungkin suka:Berapa yang Bisa Anda Hasilkan dari Iklan di Website?
Post a Comment for "Tembus 22 Juta Pengguna! INDODAX Beberkan Strategi Bikin Ekosistem Kripto RI Makin Kompetitif dan Aman"