Schneider Electric Catat Kinerja Solid Lewat Program Impact 2030 di Semester I-2026
Schneider Electric Catat Kinerja Solid Lewat Program Impact 2030 di Semester I-2026 - Menjadi perusahaan teknologi energi yang ramah lingkungan bukan sekadar slogan manis bagi Schneider Electric. Raksasa teknologi asal Prancis ini membuktikan komitmennya lewat laporan kinerja keberlanjutan yang sangat solid sepanjang Semester I-2026.
Hanya dalam waktu enam bulan sejak peluncuran roadmap keberlanjutan terbarunya yang bertajuk Impact 2030, skor dampak (Impact) Schneider Electric telah mencapai angka 3,69/10. Angka ini bergerak selaras menuju target akhir tahun 2026 sebesar 4,20/10, dan ambisi puncak 10/10 pada tahun 2030.
Lalu, apa saja gebrakan nyata yang dilakukan Schneider Electric di bawah payung empat pilar strategis Impact 2030? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
1. Elektrifikasi Dunia (Electrifying the World)
Schneider Electric sukses menjalankan diet emisi karbon (dekarbonisasi) secara masif. Pada Semester I-2026, emisi CO₂ (Scope 1 dan 2) perusahaan anjlok hingga 82% jika dibandingkan dengan tahun 2017.
Baca juga:Review Kamera Tecno Spark 30 Pro, Masih Terbaik di Kelasnya?
Lebih hebatnya lagi, solusi teknologi Schneider Electric berhasil membantu para pelanggannya menghemat energi atau mengelektrifikasi 129,5 juta MWh. Secara kumulatif, upaya ini telah menyelamatkan bumi dari 50 juta ton emisi CO₂ selama paruh pertama tahun ini (atau total 913 juta ton sejak 2018).
2. Reinventing Our Industry (Standar Baru Industri)
Schneider Electric tidak hanya mengubah internal perusahaan, tetapi juga menyeret seluruh ekosistem rantai pasok (supply chain) mereka untuk ikut hijau. Melalui program Future-designed, 27% dari produk yang sedang dirancang kini wajib memenuhi kriteria sirkularitas dan ramah lingkungan.
Dalam urusan dekarbonisasi pemasok, inisiatif Zero Carbon Pathway (TZCP) kini diperluas untuk mencakup 1.500 supplier. Untuk mempercepat transisi ini, Schneider Electric telah mengerahkan asisten digital berbasis Artificial Intelligence (AI) bernama Resource Advisor+ for Supply Chain kepada lebih dari 1.000 pemasok mereka!
3. Membuka Potensi Manusia (Unlocking Human Potential)
Teknologi tidak akan berjalan tanpa sumber daya manusia. Melalui program Impact 2030, sebanyak 16% karyawan senior berpengalaman di Schneider Electric secara aktif terlibat dalam transfer pengetahuan dan mentoring talenta muda. Praktik ini sukses mengantarkan mereka meraih penghargaan Future of Inclusion Lighthouse dari World Economic Forum.
Di luar perusahaan, Schneider Electric telah memberikan keajaiban akses listrik berkelanjutan kepada 67 juta orang secara global sejak tahun 2009 (2,2 juta di antaranya terealisasi di Q2-2026).
4. Memberdayakan Komunitas Lokal
Sebagai bagian dari kerangka Impact Workplaces, lima pabrik atau lokasi operasional Schneider Electric telah beralih fungsi menjadi pusat kontribusi komunitas. Kriterianya sangat ketat, mencakup efisiensi energi, dekarbonisasi, sirkularitas, perlindungan biodiversitas, hingga pemberdayaan komunitas akar rumput di sekitar lokasi operasional.
“Enam bulan sejak peluncuran Impact 2030, kami mencatat kemajuan yang positif dalam mengubah ambisi menjadi aksi nyata. Keberlanjutan adalah perjalanan transformasi yang terus berlanjut. Kami kembali meningkatkan ambisi untuk mempercepat integrasi keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis kami," ungkap Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.
Panen Penghargaan Bergengsi Global
Buah dari konsistensi ini membuat Schneider Electric memborong berbagai gelar prestisius di kancah internasional pada Semester I-2026, di antaranya:
- Dinobatkan sebagai World’s Most Sustainable Companies 2026 oleh majalah TIME dan Statista (ketiga kalinya berturut-turut).
- Masuk ke dalam jajaran elit Gartner Top 25 Global Supply Chains 2026.
- Fasilitas manufakturnya di El Paso (AS) dan Beijing (Tiongkok) mendapat pengakuan tambahan dari World Economic Forum (WEF) atas kesuksesannya memadukan teknologi Revolusi Industri Keempat, analitik tingkat lanjut, dan AI untuk mencapai efisiensi skala besar.
Sebagai penutup yang manis, Schneider Electric juga meluncurkan SEEAA Fund II pada kuartal kedua. Ini adalah skema pendanaan yang siap menyuntik perusahaan-perusahaan energi bersih di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan untuk mendongkrak ekonomi lokal tanpa merusak bumi.
Anda mungkin suka:Tecno Spark 30 Pro Review: Spek Meyakinkan, Tapi Performanya Begini…
Post a Comment for "Schneider Electric Catat Kinerja Solid Lewat Program Impact 2030 di Semester I-2026"