Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indonesia Sukses Rilis Obligasi Panda Perdana RMB 7 Miliar, Bank DBS Jadi Aktor Kunci

Indonesia Sukses Rilis Obligasi Panda Perdana RMB 7 Miliar, Bank DBS Jadi Aktor Kunci - Kabar menggembirakan datang dari ranah pasar modal dan pembiayaan nasional. Pemerintah Indonesia sukses mencetak sejarah baru dengan menerbitkan Sovereign Bond (Obligasi Negara) berdenominasi Renminbi (RMB) di pasar obligasi domestik Tiongkok, yang populer dengan sebutan Obligasi Panda (Panda Bond).

Nilai penerbitan perdana ini tidak main-main, menyentuh angka RMB 7 miliar! Kesuksesan transaksi bersejarah ini tidak lepas dari dukungan penuh DBS yang bertindak sebagai Joint Lead Underwriter sekaligus Joint Bookrunner. Hebatnya lagi, DBS menjadi satu-satunya bank asing yang dipercaya memegang mandat strategis ini.

Indonesia Sukses Rilis Obligasi Panda Perdana RMB 7 Miliar, Bank DBS Jadi Aktor Kunci


Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Indonesia untuk memperluas diversifikasi sumber pembiayaan pembangunan nasional, sekaligus memperdalam konektivitas keuangan dengan raksasa ekonomi Tiongkok.

Baca juga:Resmi Rilis! Acer Aspire 7 Pro New Generation Bawa Intel Core 5 dan RTX 3050, Laptop All-Rounder Murah Meriah

Laris Manis! Permintaan Investor Tembus 2,4 Kali Lipat

Debut Indonesia di pasar modal Tiongkok ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari para investor institusional global, mulai dari bank domestik, lembaga manajemen kekayaan, perusahaan sekuritas, hingga lembaga investasi pemerintah dari Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Obligasi Panda ini diluncurkan dalam dua seri pendanaan yang sangat menarik:

  • Seri 3 Tahun: Nilai pendanaan sebesar RMB 5,6 miliar dengan tingkat kupon 1,90%.
  • Seri 5 Tahun: Nilai pendanaan sebesar RMB 1,4 miliar dengan tingkat kupon 2,19%.

Tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia tercermin dari jumlah permintaan (oversubscribed). Pada penerbitan perdana ini, permintaan investor membludak hingga mencapai RMB 17 miliar atau sekitar 2,4 kali lipat dari nilai penerbitan awal!

Tidak hanya laris manis, obligasi ini juga sukses menyabet peringkat tertinggi AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd., yang semakin memantapkan kredibilitas Indonesia di mata pemodal.

Bank DBS: Jembatan Emas Finansial ASEAN - Tiongkok

Sebagai penjamin emisi utama, DBS memainkan peran krusial dalam menyelenggarakan roadshow (baik virtual maupun tatap muka) dan berkoordinasi langsung dengan lembaga pemeringkat kredit di Tiongkok.

"Dengan mengakses pasar obligasi Tiongkok yang memiliki likuiditas tinggi, kami mendukung Indonesia untuk memperluas akses kepada investor baru yang berbasis renminbi (RMB). Keunggulan jaringan DBS yang unik terbukti menjadikan kami sebagai jembatan keuangan yang strategis dalam memfasilitasi lebih banyak penerbit dari ASEAN," ujar Lim Chu Chong, President Director PT Bank DBS Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, President and Chief Executive Officer DBS China, Ginger Cheng, juga menegaskan rasa bangganya dapat mengawal Pemerintah Indonesia dalam menembus salah satu pasar obligasi terbesar di dunia.

Strategi Cerdas di Tengah Badai Ketidakpastian Global

Penerbitan Obligasi Panda ini dieksekusi di waktu yang sangat tepat. Saat ini, pasar keuangan global masih dihantui oleh ketidakpastian, mulai dari tingginya suku bunga, volatilitas nilai tukar mata uang, hingga dinamika geopolitik internasional.

Melalui diversifikasi sumber pembiayaan, Indonesia tidak lagi bergantung pada satu mata uang atau pasar modal tertentu (seperti Dolar AS). Langkah taktis ini sejalan dengan misi pemerintah untuk membangun struktur pembiayaan yang jauh lebih tangguh terhadap gejolak eksternal.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Indonesia juga sukses menerbitkan Obligasi Dimsum senilai RMB 9,25 miliar di Hong Kong SAR.

Anda mungkin suka:Asus ExpertBook P5 G2 Resmi Rilis: Laptop Kerja Bertenaga Intel Core Ultra Series 3, Kerjaan Makin Sat-Set!

Post a Comment for "Indonesia Sukses Rilis Obligasi Panda Perdana RMB 7 Miliar, Bank DBS Jadi Aktor Kunci"