Pertama Kali Masuk Museum, Bank DBS Ajak 80 Anak Pekerja Sampah Jelajahi Sejarah Kota Tua Jakarta
Pertama Kali Masuk Museum, Bank DBS Ajak 80 Anak Pekerja Sampah Jelajahi Sejarah Kota Tua Jakarta - Peringatan Hari Anak Nasional selalu identik dengan keceriaan. Tahun ini, momen tersebut menjadi sangat spesial dan tak terlupakan bagi 80 anak dari komunitas pekerja sampah (pemulung) di kawasan Bintara Jaya dan Johar Baru.
PT Bank DBS Indonesia (DBS) berkolaborasi dengan Yayasan Mahija Parahita Nusantara sukses menggelar inisiatif bertajuk Exploration Day pada Jumat (24/7/2026). Rombongan anak-anak ini diajak keluar sejenak dari lingkungan pemukiman mereka untuk berwisata edukasi, menelusuri jejak sejarah di Museum Bank Indonesia dan pesona klasik kawasan Kota Tua Jakarta.
Momen ini menjadi sangat emosional lantaran bagi mayoritas peserta, ini adalah pengalaman pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di dalam sebuah museum dan belajar sejarah dengan cara yang super interaktif!
Baca juga:Realme Note 60x Review: Smartphone Murah Tahan Banting, Masih Layak Pilih?
Misi Membangun Mimpi Lewat Exploration Day
Langkah nyata ini merupakan wujud kepedulian Bank DBS Indonesia terhadap pendidikan anak bangsa yang inklusif. Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, menegaskan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang, memiliki hak mutlak untuk belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya secara maksimal.
"Sebagai bank dengan aspirasi menjadi Best Bank for a Better World, Exploration Day hadir tidak hanya untuk memperluas wawasan, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan semangat eksplorasi. Tujuannya agar anak-anak ini dapat melihat lebih banyak peluang, berani bermimpi besar, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Mona.
Bukan Sekadar Jalan-Jalan: Evolusi DBS x Mahija Mobile School
Acara Exploration Day ini bukanlah kegiatan amal yang hanya digelar sehari. Inisiatif ini adalah bagian dari ekosistem program unggulan DBS x Mahija Mobile School yang telah berjalan konsisten sejak tahun 2025.
Program ini fokus menghadirkan ruang belajar mandiri langsung ke jantung pemukiman komunitas rentan di Jakarta. Kurikulum yang diajarkan sangat komprehensif, mulai dari kemampuan dasar baca, tulis, hitung (calistung), bahasa Inggris dasar, hingga literasi keuangan sejak dini.
Baca juga:Infinix Hot 50 Review: Performa Oke dan Fitur Lengkap, Tapi…
Sepanjang tahun 2026 ini, program tersebut semakin masif dengan dukungan penuh dari para karyawan yang tergabung dalam gerakan relawan DBS People of Purpose. Mereka telah menggelar:
- 10 sesi kelas anak-anak, termasuk panggung kreasi "Mini Jejak Bintang" di Bintara Jaya dan Johar Baru.
- 11 sesi pendampingan khusus untuk remaja dan orang tua.
- DBSpiration Day, sebuah ruang inspirasi pengenalan dunia kerja bagi remaja di Yayasan KDM.
- Donasi 1.200 buku bacaan yang dikumpulkan dari para karyawan DBS di kantor cabang Juanda.
Dedikasi Ribuan Jam untuk Impact Beyond Banking
Angka pencapaian program ini sungguh luar biasa. Sejak pertama kali digulirkan, para karyawan Bank DBS telah mendedikasikan waktu mereka dan mencatatkan total 1.636 jam sukarelawan (volunteer hours).
Dampak positif ini telah dirasakan langsung oleh lebih dari 150 penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang tersebar di wilayah Duren Sawit, Bintara Jaya, dan Johar Baru.
Langkah mulia ini adalah cerminan dari komitmen jangka panjang Bank DBS Indonesia bertajuk "Impact Beyond Banking". Semua inisiatif ini berjalan selaras dengan dua pilar utama DBS Foundation, yakni:
- Providing Essential Needs: Memperluas akses ke pendidikan dasar yang inklusif dan merata.
- Fostering Inclusion: Membekali masyarakat yang kurang terlayani (underserved) dengan keterampilan literasi keuangan yang mumpuni, agar mereka memiliki kesempatan yang jauh lebih baik untuk berkembang secara mandiri di masa depan.
Anda mungkin suka:Review Kamera Tecno Spark 30 Pro, Masih Terbaik di Kelasnya?
Post a Comment for "Pertama Kali Masuk Museum, Bank DBS Ajak 80 Anak Pekerja Sampah Jelajahi Sejarah Kota Tua Jakarta"