Efek Domino Booming AI dan Hilirisasi, Ekonomi Indonesia Makin Seksi di Mata Investor Global!
Efek Domino Booming AI dan Hilirisasi, Ekonomi Indonesia Makin Seksi di Mata Investor Global! - Di tengah sengitnya rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta meningkatnya fragmentasi ekonomi dunia, posisi Indonesia justru semakin diuntungkan. Siapa sangka, meledaknya tren Artificial Intelligence (AI) global dan konsistensi kebijakan hilirisasi ternyata menjadi "mesin ganda" yang membuat fundamental ekonomi Tanah Air makin seksi di mata investor.
Fakta menarik ini dikupas tuntas dalam ajang DBS Insights Forum 2026 bertajuk "A New Lens on a Multipolar World" yang diselenggarakan oleh PT Bank DBS Indonesia pada Senin (20/7/2026) di Jakarta.
Forum bergengsi ini mempertemukan pakar geopolitik, analis politik, dan ahli investasi untuk membedah arah perubahan global sekaligus memandu nasabah dalam mengambil keputusan investasi yang jitu di tengah ketidakpastian.
Baca juga:Realme Note 60x Review: Smartphone Murah Tahan Banting, Masih Layak Pilih?
Modal Geopolitik RI: Aman dari Konflik, Fokus Menarik Cuan
Lanskap ekonomi saat ini telah kembali pada konfigurasi dua kekuatan besar (AS vs Tiongkok) yang bersaing ketat di ranah ekonomi hingga teknologi. Beruntungnya, Indonesia sebagai middle power (kekuatan menengah) memiliki stabilitas yang sangat terjaga.
Founder & Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menegaskan bahwa Indonesia kini memiliki modal geopolitik yang jauh lebih kuat dibandingkan beberapa dekade lalu.
“Kita bukan lagi negara dunia ketiga, kita adalah negara G20 dengan pendapatan ekonomi menengah ke atas. Geopolitik kita relatif aman karena rivalitas global saat ini tidak secara langsung mengarah ke Indonesia. Namun, modal geopolitik saja tidak cukup, kita tetap membutuhkan langkah konkret untuk memenangkan kepercayaan pasar dunia,” ujar Dino.
Berkah Ekosistem AI untuk Rantai Pasok Indonesia
Lalu, di mana letak peluang emas bagi investor? Head of Investment & Insurance Products Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Djoko Sulistyo, menjelaskan bahwa investor cerdas harus melihat tren struktural jangka panjang.
Baca juga:iQOO Z11x 5G Mendarat di Tuxlin Blog, Terbaik Buat Ngojol?
Saat ini, AS memimpin dalam inovasi AI, sementara Tiongkok sangat agresif mengaplikasikan AI ke berbagai sektor industri. Kabar baiknya, Asia (termasuk Indonesia) justru ketiban durian runtuh dari pergeseran rantai pasok global ini.
Senada dengan hal tersebut, Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry, menyoroti bahwa pesatnya investasi raksasa teknologi di sektor AI secara langsung mendongkrak permintaan perangkat keras dan infrastruktur data center.
Sebagai salah satu produsen utama nikel, tembaga, bauksit, dan mineral strategis lainnya, Indonesia menjadi pemain kunci dalam rantai pasok industri teknologi masa depan.
"Indonesia memiliki sejumlah keunggulan struktural yang menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, mulai dari sumber daya alam yang melimpah, konsumsi domestik yang kuat, bonus demografi, hingga program hilirisasi yang terus meningkatkan nilai tambah industri nasional," papar Boy.
Kombinasi antara meledaknya kebutuhan mineral untuk AI dan hilirisasi inilah yang diproyeksikan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.
Kunci Daya Saing: Kepastian Hukum dan Birokrasi
Meski fundamental ekonomi dan sumber daya melimpah, Indonesia tidak boleh lengah. Executive Director Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya, mengingatkan bahwa di era proteksionisme ekonomi saat ini, kepastian regulasi di dalam negeri adalah koentji (kunci).
“Posisi tawar suatu negara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan diplomasi, tetapi juga oleh kekuatan fundamental ekonominya. Ketika regulasi memberikan kepastian, birokrasi semakin efektif, iklim investasi kondusif, serta pembangunan infrastruktur terus diperkuat, Indonesia memiliki daya saing yang semakin tinggi,” tegas Yunarto.
Berbekal visibilitas pasar yang semakin cerah, Bank DBS Indonesia terus berkomitmen memberikan wawasan tepercaya agar nasabahnya mampu menangkap peluang investasi di tengah gejolak global. Dedikasi ini terbukti dari keberhasilan Bank DBS Indonesia menyabet penghargaan bergengsi sebagai Best Private Bank Indonesia 2026 dari FinanceAsia dan Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance.
Anda mungkin suka:Review Kamera Tecno Spark 30 Pro, Masih Terbaik di Kelasnya?
Post a Comment for "Efek Domino Booming AI dan Hilirisasi, Ekonomi Indonesia Makin Seksi di Mata Investor Global!"