Lawan Hacker Lintas Negara! Sber Gratiskan Platform Keamanan Siber Berbasis AI untuk Negara BRICS+
Lawan Hacker Lintas Negara! Sber Gratiskan Platform Keamanan Siber Berbasis AI untuk Negara BRICS+ - Kejahatan siber modern tidak lagi mengenal batas teritorial negara. Menyadari tingginya eskalasi ancaman digital global, raksasa teknologi dan perbankan asal Rusia, Sber, mengambil langkah berani dengan menggratiskan akses ke platform manajemen ancaman siber mereka, Threat Intelligence.
Pengumuman strategis ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Eksekutif Sberbank, Stanislav Kuznetsov, di sela-sela ajang St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 pada 6 Juni lalu.
Akses gratis ini awalnya dibuka untuk pelaku bisnis dan instansi pemerintah di Republik Belarus serta negara-negara sahabat lainnya. Ke depannya, Sber secara aktif mempertimbangkan untuk memperluas akses platform ini ke berbagai mitra internasional yang tergabung dalam kawasan CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka) dan BRICS+.
Baca juga:Tecno Spark 20 Review, Masih Menarik di 2025?
Kolaborasi Global: Kunci Menghadapi Ancaman Lintas Batas
Menurut Stanislav Kuznetsov, serangan peretas (hacker) saat ini mayoritas bersifat lintas batas. Oleh karena itu, pertahanan siber tidak bisa lagi dilakukan secara ego-sektoral oleh masing-masing negara.
“Kejahatan siber tidak mengenal batas negara—ini adalah tantangan internasional yang harus diatasi secara kolektif. Hanya melalui upaya bersama negara-negara dapat secara efektif melawan ancaman siber modern dan memastikan keamanan ruang digital serta sektor ekonomi utama mereka," tegas Stanislav Kuznetsov.
Kuznetsov menambahkan bahwa saat ini sudah ada sekitar 650 perusahaan Rusia dan beberapa organisasi Belarusia yang telah bergabung dan memanfaatkan platform intelijen siber tersebut. Mengingat dalamnya integrasi ekonomi antara Rusia dan mitra internasionalnya, penguatan perimeter pertahanan siber bersama telah menjadi prioritas utama.
Kecerdasan Buatan Pemantau Dark Web
Platform Threat Intelligence besutan Sber bukanlah sistem keamanan biasa. Perusahaan atau instansi yang bergabung akan menerima analitik ancaman siber secara real-time, alat manajemen kerentanan (vulnerability management), hingga kontrol permukaan serangan eksternal (attack surface control).
Kehebatan utama platform ini terletak pada mesin Kecerdasan Buatan (AI) yang menggerakkannya:
- Pemantauan Masif: AI memproses informasi setiap hari dari lebih dari 1.500 sumber berbeda, termasuk mengintai percakapan dan transaksi di pasar gelap internet (dark web).
- Pembaruan Super Kilat: Setiap informasi mengenai ancaman virus atau malware baru yang ditemukan di dunia akan diolah dan langsung didistribusikan kepada seluruh organisasi yang terhubung dalam waktu maksimal dua jam sejak kemunculannya.
- Basis Data Raksasa: Saat ini, platform Threat Intelligence menyediakan akses eksklusif ke lebih dari 1.000 laporan analitis komprehensif dan data terkait lebih dari 580.000 kerentanan sistem.
Melalui deteksi dini ini, sektor bisnis maupun publik tidak hanya dibantu untuk menemukan celah di infrastruktur TI mereka, tetapi juga diberi pemahaman mengenai ancaman mana yang benar-benar menimbulkan risiko nyata dan sedang aktif digunakan oleh kawanan hacker. Fleksibilitas platform ini memastikan para pengambil keputusan dapat bereaksi cepat untuk memitigasi risiko, menekan kerugian, serta menjaga kerahasiaan data pengguna.
Anda mungkin suka:Acer Aspire Lite 14 AL14-31P Review, Laptop Murah Cocok untuk Pelajar 2025
Post a Comment for "Lawan Hacker Lintas Negara! Sber Gratiskan Platform Keamanan Siber Berbasis AI untuk Negara BRICS+"