Tembus Rp15,6 Triliun! Bank DBS Indonesia Sukses Dorong Pembiayaan Berkelanjutan dan Melek AI Lewat 3 Pilar Utama
Tembus Rp15,6 Triliun! Bank DBS Indonesia Sukses Dorong Pembiayaan Berkelanjutan dan Melek AI Lewat 3 Pilar Utama - Isu keberlanjutan (sustainability) kini telah bergeser dari sekadar tren menjadi sebuah kewajiban di sektor keuangan global maupun tanah air. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai kredit berwawasan lingkungan di Indonesia telah menembus angka fantastis lebih dari Rp2.000 triliun hingga akhir tahun 2025.
Merespons perkembangan positif ini, Bank DBS Indonesia menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan bukan lagi sekadar program tanggung jawab sosial (CSR) tempelan. Lewat peluncuran Laporan Keberlanjutan 2025, Bank DBS Indonesia membuktikan bagaimana sustainability diintegrasikan langsung ke dalam cara bank membiayai bisnis, mengelola risiko, meningkatkan kapabilitas digital karyawan, hingga menciptakan dampak sosial yang masif bagi masyarakat.
Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, menyatakan bahwa keberlanjutan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Bagi Bank DBS Indonesia, menjadi bank yang relevan di masa depan berarti harus berkontribusi penuh dalam menciptakan prospek ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan hijau bagi Indonesia.
3 Pilar Strategis Keberlanjutan Bank DBS Indonesia
Langkah nyata Bank DBS Indonesia sepanjang tahun lalu diterjemahkan secara terukur melalui tiga pilar utama:
Baca juga:Cara Download Video Threads di Indonesia dengan Mudah (Panduan Lengkap 2026)
1. Perbankan yang Bertanggung Jawab (Mendorong Keuangan Hijau & Inklusif)
Bank DBS Indonesia sukses menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam ranah sustainability financing di pasar domestik melalui sejumlah capaian:
- Portofolio Hijau Melejit: Portofolio Kategori Keuangan Usaha Berkelanjutan (KKUB) berhasil menyentuh angka lebih dari Rp15,6 triliun, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka Rp14,1 triliun.
- Inklusi Keuangan UMKM: Menyalurkan pinjaman kumulatif lebih dari Rp3,8 triliun kepada masyarakat berpenghasilan rendah melalui mitra ekosistem, serta menyalurkan modal kerja sebesar Rp70 miliar untuk sektor UMKM. Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) pun sukses mencapai 6,97%.
- Investasi Rendah Emisi: Penyerapan instrumen obligasi hijau (green bonds) milik Bank DBS Indonesia melesat kuat hingga melampaui Rp1 triliun, menegaskan tingginya minat pasar terhadap instrumen pendapatan tetap yang berkelanjutan.
- Advokasi Energi Baru Terbarukan: Berkolaborasi dengan Kementerian ESDM, PT PLN, dan International Energy Agency (IEA) untuk mematangkan peta jalan penerapan lebih dari 10 GW Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) di Indonesia.
2. Praktik Bisnis yang Bertanggung Jawab (Operasional Hijau & Teknologi AI)
Keberlanjutan internal diwujudkan melalui efisiensi operasional secara radikal, keamanan siber yang empati, dan penguatan kompetisi talenta:
- Pemangkasan Emisi Operasional: Konsumsi energi operasional bank turun 15% YoY menjadi 8.397 MWh, yang otomatis memangkas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 17% YoY ke angka 11.528 tCO2e. Langkah ini diperkuat lewat pembelian 8.500 MWh Sertifikat Energi Terbarukan (REC).
- Keamanan Digital Berbasis Empati: Memperkuat proteksi data nasabah lewat pembaruan sistem token digital, pengetatan mitigasi anti-fraud, serta kampanye edukasi siber bertajuk 'Behind the Scam'.
- Upskilling Massal Sektor AI: Mempersiapkan SDM masa depan dengan memberikan pelatihan intensif kecerdasan buatan (AI) kepada lebih dari 826 karyawan yang peran kerjanya mengalami transformasi digital.
Baca juga:Realme GT 7T Review: Performa Flagship, Baterai Tahan Lama!
3. Dampak Melampaui Perbankan (Aksi Sosial Komunitas)
Melalui DBS Foundation, dampak sosial diperluas secara inklusif lintas generasi:
- Pemberdayaan Masyarakat Rentan: Menyediakan komitmen pendanaan lebih dari SGD 18,2 juta sejak 2024 yang telah menjangkau lebih dari 141.000 individu rentan di Indonesia.
- Bantuan Kemanusiaan: Mengucurkan dana cepat sebesar Rp6 miliar berkolaborasi dengan Plan Indonesia untuk membantu 10.400 korban bencana banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera Barat.
- Dana Hibah Wirausaha Sosial: Menyalurkan total hibah sebesar SGD 850.000 untuk mendanai 5 social enterprise lokal terkemuka: DoctorTool, Nazava Water Filters, Parongpong RAW Lab, Sosial Business Indonesia, dan KONEKIN.
Ketahanan Pangan & Pengurangan Limbah: Lewat program FEAST! di NTT dan program Food Rescue Warrior bersama FoodCycle Indonesia, DBS berhasil menyalurkan 744.500 porsi makanan untuk 62.400 orang sekaligus menyelamatkan 425.600 kilogram limbah makanan dari industri.
Sumbangsih Sukarelawan Karyawan: Jam kerja sukarela karyawan naik 12% YoY menjadi 54.800 jam. Termasuk aksi 146 karyawan yang melatih kemampuan soft skill digital untuk 2.700 siswa SMK dan mahasiswa melalui program DBS Foundation Coding Camp bersama Dicoding.
Apresiasi Internasional dan Domestik
Komitmen panjang Bank DBS Indonesia ini membuahkan berbagai pengakuan prestisius di sepanjang periode berjalan:
- Euromoney Awards for Excellence: Dinobatkan sebagai World’s Best Bank for Corporate Responsibility.
- Global Finance Sustainable Finance Awards 2025: Meraih predikat Bank Terbaik untuk Pembiayaan Berkelanjutan di tingkat Global dan Asia, sekaligus mempertahankan status Bank Teraman di Asia selama 15 tahun berturut-turut.
Indeks ESG Global & Lokal: Konsisten masuk dalam Bloomberg Gender-Equality Index, Dow Jones Sustainability Index (DJSI) Asia Pasifik, serta meraih penghargaan lokal KEHATI - ESG Award 2025 sebagai Kreditur Terbaik di Sektor Pembiayaan Utang & Proyek.
Anda mungkin suka:Pilihan Laptop Bisnis dengan Fitur Remote Lock untuk Keamanan Data
Post a Comment for "Tembus Rp15,6 Triliun! Bank DBS Indonesia Sukses Dorong Pembiayaan Berkelanjutan dan Melek AI Lewat 3 Pilar Utama"