Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Inflasi AS Stabil di 2,4%, Bitcoin Wait and See! Begini Analisis INDODAX Soal Arah Kebijakan The Fed

Inflasi AS Stabil di 2,4%, Bitcoin Wait and See! Begini Analisis INDODAX Soal Arah Kebijakan The Fed - Gejolak ekonomi global kembali menjadi sorotan para investor aset digital. Baru-baru ini, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat merilis data Consumer Price Index (CPI) untuk Februari 2026. Hasilnya? Inflasi AS tercatat stabil di angka 2,4% secara tahunan (year-on-year).

Meski angka ini sesuai dengan ekspektasi pasar, para pelaku pasar kripto tampak bersikap lebih defensif. Mengapa demikian? Jawabannya terletak pada arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang masih menjadi teka-teki.

Inflasi AS Stabil di 2,4%, Bitcoin Wait and See! Begini Analisis INDODAX Soal Arah Kebijakan The Fed


Inflasi Terkendali, Tapi Masih di Atas Target

Berdasarkan data terbaru, inflasi bulanan AS pada Februari naik 0,3%, sedikit lebih tinggi dibanding Januari yang berada di angka 0,2%. Sementara itu, inflasi inti (core CPI)—yang tidak menghitung komponen energi dan pangan—berada di posisi 2,5%.

Baca juga:Download Video TikTok Tanpa Watermark: Panduan Lengkap Menggunakan SSSTik.IO

Walaupun tekanan harga terlihat mulai terkendali, angka 2,4% ini masih berada di atas target ideal The Fed sebesar 2%. Hal inilah yang membuat pasar belum berani mengambil langkah agresif.

INDODAX: Pasar Masih Menunggu Kepastian

Menanggapi rilis data tersebut, Antony Kusuma, Vice President INDODAX, menjelaskan bahwa kondisi ini menandakan fase pengamatan mendalam bagi para investor.

“Angka inflasi Februari 2026 yang sesuai ekspektasi membuat sentimen investor cenderung stabil. Namun, fokus utama saat ini adalah arah kebijakan suku bunga The Fed. Kebijakan moneter tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi likuiditas dan pergerakan aset berisiko seperti kripto,” ujar Antony.

Saat ini, berdasarkan CME FedWatch Tool, terdapat peluang hingga 99% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan Maret mendatang. Peluang pemotongan suku bunga di bulan April pun dinilai masih sangat kecil, yakni hanya sekitar 11%.

Dampak ke Pasar Kripto: Bitcoin Bertahan di Level US$69.000

Respons pasar kripto terhadap data inflasi kali ini tergolong moderat. Segera setelah laporan dirilis, Bitcoin (BTC) terpantau diperdagangkan di kisaran US$69.000. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang lebih memilih memantau perkembangan data ekonomi selanjutnya.

Selain masalah inflasi, faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi juga menjadi perhatian. Jika harga minyak terus melambung, ada potensi tekanan inflasi akan kembali meningkat di periode mendatang.

Tips Investasi: Disiplin dan DYOR

Menghadapi situasi pasar yang cenderung "sideways" atau defensif, INDODAX kembali mengingatkan para investor untuk tetap waspada. Strategi seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi bertahap sangat disarankan untuk meminimalisir risiko volatilitas.

"Kami selalu mengimbau investor untuk melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) dan menjaga manajemen risiko yang disiplin," tambah Antony.

Anda mungkin suka:Cara Cepat Hapus Background dengan Seedbacklink Remove Background

Post a Comment for "Inflasi AS Stabil di 2,4%, Bitcoin Wait and See! Begini Analisis INDODAX Soal Arah Kebijakan The Fed"