Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bitcoin Drop di Bawah US$90.000! INDODAX Ungkap Alasan di Balik Koreksi Tajam Ini

Bitcoin Drop di Bawah US$90.000! INDODAX Ungkap Alasan di Balik Koreksi Tajam Ini - Kabar mengejutkan datang dari pasar aset digital. Setelah sempat bertengger di posisi tinggi, harga Bitcoin (BTC) terpantau mengalami koreksi tajam hingga menembus ke bawah level psikologis US$90.000 (sekitar Rp1,4 miliar) pada perdagangan Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, sang "Raja Kripto" ini bahkan sempat menyentuh kisaran US$87.000. Penurunan ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, namun apa sebenarnya yang memicu aksi jual masal ini?

Bitcoin Drop di Bawah US$90.000! INDODAX Ungkap Alasan di Balik Koreksi Tajam Ini


Tensi Geopolitik: Perang Tarif hingga Gejolak di Jepang

Penurunan harga Bitcoin kali ini tidak terjadi di ruang hampa. Ada faktor makroekonomi dan geopolitik global yang sangat kuat di belakangnya. Pasar sedang dihantui oleh:

Baca juga:Asus Vivobook Pro 15 OLED K6502ZC Review, Laptop yang Cocok untuk Kreator Konten!

  • Eskalasi Perang Tarif: Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa memanas, terutama terkait tekanan Washington terhadap Denmark mengenai kendali atas Greenland.
  • Gejolak Pasar Obligasi Jepang: Ketidakpastian di pasar obligasi Jepang memicu sentimen risk-off secara luas, di mana investor cenderung menghindari aset berisiko.
  • Koreksi Pasar Saham: Dampaknya merembet ke Wall Street; indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup melemah lebih dari 2%, sementara harga emas justru melonjak sebagai aset lindung nilai (safe haven).

Analisis INDODAX: Bitcoin Kini Bagian dari Ekonomi Global

Antony Kusuma, Vice President INDODAX, menilai bahwa pergerakan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan kripto dengan dinamika global saat ini.

“Dalam situasi seperti ini, Bitcoin tidak berdiri sendiri. Ketika pasar global masuk ke fase risk-off akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan perdagangan, aset berisiko cenderung mengalami koreksi secara bersamaan akibat aksi jual,” jelas Antony.

Antony menambahkan bahwa keterlibatan investor institusional yang semakin besar membuat Bitcoin lebih responsif terhadap isu-isu dunia. Ini adalah konsekuensi dari maturasi pasar, di mana kripto kini sudah terintegrasi penuh dengan sistem keuangan global.

Jangan Panik, Fundamental Tetap Kuat

Meskipun terjadi penurunan harga, Antony menekankan bahwa faktor pendorongnya adalah faktor eksternal, bukan karena adanya perubahan fundamental pada ekosistem Bitcoin itu sendiri.

“Kepanikan jangka pendek sering muncul saat investor berusaha menyeimbangkan ulang portofolio mereka di tengah ketidakpastian. Namun, yang perlu dicermati adalah fundamental ekosistem kripto masih sangat kokoh,” tambahnya.

Tips Menghadapi Volatilitas bagi Investor

Menghadapi kondisi pasar yang sedang "merah", INDODAX membagikan beberapa tips penting bagi para pelaku pasar:

  • Hindari FOMO dan Panic Selling: Jangan mengambil keputusan hanya berdasarkan emosi sesaat.
  • Disiplin DYOR (Do Your Own Research): Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengeksekusi trade.
  • Perspektif Jangka Panjang: Volatilitas adalah karakter asli kripto. Fokuslah pada rencana investasi jangka panjang Anda.
  • Pahami Risiko: Ketahanan investor diuji justru saat ketidakpastian global sedang meningkat.

Penurunan Bitcoin ke bawah US$90.000 adalah pengingat bahwa aset digital kini sangat dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan stabilitas dunia. Bagi investor cerdas, koreksi seperti ini sering kali dipandang sebagai bagian dari siklus pasar yang wajar untuk mencari titik keseimbangan baru.

Anda mungkin suka:Asus ROG Zephyrus G14 GA403UV Review, Performa Buas dalam Kemasan Ringkas

Post a Comment for "Bitcoin Drop di Bawah US$90.000! INDODAX Ungkap Alasan di Balik Koreksi Tajam Ini"