Kofax 2020 Tawarkan Wawasan Bagi Perusahaan yang Ingin Melakukan Hiperautomasi

Kofax 2020 Tawarkan Wawasan Bagi Perusahaan yang Ingin Melakukan Hiperautomasi -  Kofax®, pemasok perangkat lunak Automasi Cerdas terkemuka untuk transformasi proses bisnis end-to-end secara digital, hari ini mengumumkan Kofax 2020 Intelligent Automation Benchmark Report (Laporan Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax 2020), penelitian yang dilakukan Forrester Consulting berdasarkan penugasan Kofax. 

Laporan ini mengungkapkan bahwa kendatipun banyak perusahaan telah memprioritaskan automasi, mereka mengalami kesulitan menskalakan diri untuk mencapai hiperautomasi. Selain itu, ditemukan bahwa pendekatan terpadu dalam automasi cerdas dapat mempercepat pengembalian laba atas investasi (Return on Investment/ROI), meningkatkan kesuksesan pelanggan dan kepuasan karyawan, serta mengurangi utang teknis.
“Data tolok ukur tahun 2020 dengan jelas mengisahkan perusahaan-perusahaan yang mulai beralih dari automasi sistem silo yang bersifat ad hoc menuju platform Automasi Cerdas terpadu dari vendor tunggal. Pihak manajemen dan eksekutif perusahaan memahami nilai manfaat platform tunggal yang mampu mentransformasi sejumlah proses secara digital dengan tetap mempertahankan arsitektur terbuka yang dapat dengan mudah terhubung ke aplikasi pihak ketiga,” jelas Chris Huff, Chief Strategy Officer Kofax. 

“Litbang kami yang agresif berfokus pada kecerdasan buatan (artifical intelligence/AI) benaman pemberdaya komputasi awan untuk menangani data tak terstruktur dan mengatur alur kerja hilir, sehingga dapat dengan cepat mendorong peningkatan kapasitas, produktivitas, kepuasan karyawan, dan kesuksesan pelanggan.”
Baca juga:Review Realme C3: Smartphone Gaming, Harga Tak Bikin Pusing
Laporan Tolok Ukur Kofax 2020 mengungkapkan bahwa, selama dua tahun berturut-turut, sejumlah organisasi mengalami kemajuan pesat dalam proses automasi kegiatan operasional utama front office dan back office:
  • 58% organisasi telah memanfaatkan teknologi automasi untuk mendigitalisasi informasi
  • 52% organisasi memanfaatkannya untuk mengautomasi interaksi front desk
  • 49% organisasi telah menerapkan automasi untuk pemenuhan syarat dan verifikasi
  • 45% organisasi memanfaatkannya untuk melaksanakan tugas-tugas berbasis aturan
  • 44% organisasi memanfaatkan automasi untuk pengelolaan pengeluaran usaha
  • 44% organisasi telah mengautomasi tugas-tugas back office
  • 38% organisasi telah mengautomasi proses pengambilan keputusan
  • 30% organisasi memanfaatkannya untuk mengautomasi Utang Dagang dan mengatur alur kerja
Hiperautomasi mempercepat transformasi dan kesuksesan bisnis dengan membantu para pengembang TI dan pengembang warga (citizen developer) memanfaatkan teknologi automasi terpadu yang saling melengkapi, antara lain: penemuan proses (process discovery), Automasi Proses Robotik (Robotic Process Automation/RPA), manajemen proses bisnis, analitik tingkat lanjut, aturan bisnis, kecerdasan buatan yang terbenam (embedded artificial intelligence)[nL1] , dan pembelajaran mesin. Terlepas dari perolehan manfaat automasi, laporan menunjukkan beberapa faktor yang menghambat tercapainya hiperautomasi dalam organisasi.

Automasi Sistem Silo Menyebabkan Utang Teknis dan Tertundanya Sukses:

Hampir semua pengambil keputusan yang disurvei (98%) melaporkan bahwa melakukan pendekatan automasi yang tidak terpadu menimbulkan tantangan-tantangan tak terduga.
Dua tantangan terbesar yang dilaporkan adalah tingginya utang teknis (46%) dan tertundanya kesuksesan (35%).
  • Hampir setengah (45%) dari perusahaan-perusahaan itu melaporkan bahwa mereka melakukan pendekatan ad hoc, yaitu mengautomasi sejumlah use case[nL2] melalui solusi sistem silo dari berbagai vendor.
  • Automasi Cerdas Terpadu Mempercepat Transformasi Digital:
  • 99% pengambil keputusan yakin bahwa bekerja dengan vendor automasi dan platform automasi tunggal akan sangat bermanfaat.
  • 52% pengambil keputusan menyebut pengalaman pelanggan yang meningkat sebagai manfaat utama penggunaan platform dari vendor tunggal.
  • 78% karyawan berpendapat bahwa platform automasi dari vendor tunggal memberikan efisiensi yang lebih tinggi dalam pengerjaan tugas-tugas harian mereka, sementara 65% berpendapat bahwa platform automasi dari vendor tunggal membuat mereka lebih produktif.
Laporan Tolok Ukur Automasi Cerdas Kofax 2020 didasarkan pada hasil survei terhadap 450 pembuat keputusan automasi dan kecerdasan buatan, serta 450 kontributor perorangan di Amerika Utara, Australia, Prancis, Jerman, Hong Kong, Jepang, Singapura, Swedia, dan UK, yang diselenggarakan pada bulan Januari 2020. Laporan ini memberikan wawasan mengenai situasi automasi perusahaan saat ini.

Tentang Kofax

Perangkat lunak Kofax memberikan organisasi kemampuan untuk berfungsi seperti di masa depan—layaknya slogan Work Like Tomorrow™ yang diusungnya—saat ini juga. Platform perangkat lunak Automasi Cerdas Kofax membantu organisasi melakukan transformasi proses bisnis yang sarat informasi, mengurangi kerja dan kesalahan manual, menekan biaya, dan meningkatkan keterlibatan pelanggan. Kami memadukan Automasi Proses Robotik (Robotic Process Automation/RPA), tangkapan kognitif (cognitive capture), orkestrasi proses (process orchestration), mobilitas dan keterlibatan, serta analitik untuk memudahkan implementasi dan memberikan hasil dramatis yang memitigasi risiko kepatuhan, serta meningkatkan daya saing, pertumbuhan, dan profitabilitas. 

Kofax memberikan pengembalian laba atas investasi yang cepat bagi lebih dari 20.000 pelanggan di bidang jasa keuangan, asuransi, pemerintahan, layanan kesehatan, rantai pasokan, alih daya (outsourcing) proses bisnis, dan pasar lainnya. Perangkat lunak dan solusi pemenang penghargaan Kofax tersedia melalui organisasi penjualan langsung dan pelayanannya, serta lebih dari 650 mitra distribusi tak langsung dan pengintegrasi di lebih dari 60 negara di Amerika, EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika), serta Asia Pasifik. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi kofax.com.
Anda mungkin suka:Review Kamera Xiaomi Mi Note 10 Pro: Terbaik di Kelasnya, Tapi…